Yuk kenalan dengan Fintech

Di era digital ini tepatnya tahun 2010 keatas, terdapat sebuah terobosan teknologi baru di dalam dunia. Terobosan muncul karena manusia itu sendiri ingin menciptakan produktifitas kerja berdasarkan biaya, tuntutan kerja, dan efisiensi waktu, serta yang terpenting segala pekerjaan menjadi lebih mudah. Gak terbayangkan jika kamu seperti biasanya harus ngantri di bank untuk mengambil sejumlah uang. Begitu juga sebaliknya dengan aktifitas-aktifitas lainnya dimana ada jarak yang memisahkan. Nah salah satu terobosan yang di hadirkan oleh para ahli di bidang teknologi saat ini adalah sistem keuangan digital atau yang kita sebut fintech.

Fintech sendiri berasal dari 2 kata yakni Financial dan Technology yang secara umum dapat diartikan sebagai sebuah layanan jasa keuangan yang penggunaannya harus menggunakan sistem komputer dan mutlak harus terhubung ke internet. Ada banyak segmen yang ditawarkan dalam fintech ini. Inovasi tersebut adalah B2B (Business to Business) maupun B2C (Business to Consumer). Perbedaan antara B2B dan B2C adalah objek yang mengenainya. B2B hanya memiliki satu objek yakni transaksi yang dilakukan antara dua perusahaan sedangkan B2C memiliki dua objek yakni transaksi dengan perorangan atau sebuah grup bisnis lainnya.

Dengan adanya fintech membuat literasi keuangan semakin meningkat. Selain itu akses masyarakat terhadap produk kuangan akan semakin mudah dan praktis. Secara umum kita dapat mengklasifikasikan Fintech kedalam 4 golongan. Golongan-golongan itu diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Crowdfunding dan Peer to Peer Lending
Crowdfunding adalah pembiayaan dengan prinsip gotong royong yang dapat digunakan untuk menggalang dana dari masyarakat. Contohnya adalah penggalangan dana untuk korban gempa. Sedangkan P2P Lending adalah sistem pembiayaan yang memberikan pendanaan kepada suatu usaha pemula. Contohnya adalah UMKM. Kedua jenis segmen dalam klasifikasi ini diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Fintech disini mempunyai peran sebagai media yang mempertemukan pemodal dan pencari modal.

2. Market Aggregator
Fintech disini berperan sebagai pembanding produk keuangan. Cara kerjanya adalah sebagai referensi yang membandingkan kondisi real keuangan consumer. Contoh umum yang dapat kita lihat adalah ketika seseorang ingin memilih produk kredit perumahan rakyat (KPR). Jadi disini konsumen dapat menarik kesimpulan dan memutuskan aksi yang tepat untuk mencapai keinginannya. Sedangkan nama sifat lain dari jenis fintech ini adalah comparison site atau financial aggregator. Kita dapat menggunakan layanan pembanding online didalam keuangan kita dengan memanfaatkan layanan Cekaja dan Kreditgogo, sedangkan produk asuransi yaitu RajaPremi dan Asuransi88.

3. Risk and Investment Management
Fungsi fintech disini yakni sebagai perencana keuangan atau planner dalam bentuk digital dalam memilih investasi yang layak. Selain sebagai planner, fintech disini akan membantu mengorganisir aset pengguna dan membantu operasional sebuah usaha. Pada klasifikasi yang ketiga ini merupakan yang paling cocok dengan dengan saya. Dimana saya ingin berinvestasi dengan mengurangi resiko serta mendapatkan keuntungan dimasa depan. Pokoknya mudah dan praktis banget tanpa harus buka arsip-arsip fisik di bank lagi. Contoh seperti Ngatur Duit dan Dompet Sehat untuk pelacak pengeluaran keuangan pribadi. Sedangkan Jurnal dan Sleekr untuk tracking pengeluaran bagi UMKM serta dalam perpajakan bisa mengggunakan Online-Pajak untuk menjadwalkan kewajiban pajak kita.

4. Payment, Settlement dan Clearing
Klasifikasi ini paling banyak digunakan oleh e-commerce karena berfungsi sebagai payment gateway yang digunakan untuk pembayaran. Contoh pada zaman ini adalah media ini selalu digunakan oleh perusahaan jual beli online seperti iPaymu. Selain itu fintech disini juga berfungsi sebagai penyedia uang dan dompet elektronik. Sebagai contoh yang sering kita temukan adalah di Doku, Sakuku BCA dan lainnya. Melihat dari fungsi ini saja maka setiap transaksi yang terjadi akan selalu diawasi dan menjadi tanggung jawah Bank Indonesia.

Nah sekian dulu ya kenalannya sama Fintech. Silahkan dikunyah-kunyah di dalam kepala ya, jangan dalam mulut ups..bye.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *